5 Pola Bisnis Online Berkelimpahan

0
2

Sukses berpola, gagal berpola. Jika kita melihat keberhasilan seseorang atau suatu bisnis, ada bagian besar yang justru tidak nampak di permukaan: kerja keras, ketekunan, disiplin, dan lainnya adalah bagian bawah dari “gunung es” kesuksesan. Yang bisa kita pelajari dari permukaan adalah POLA.

Dan ini adalah lima pola bisnis (online) yang berkelimpahan.

 

Berkelimpahan.

Sebagai catatan untuk kita sepakati, bahwa definisi berkelimpahan disini adalah hasil dari bisnis online bukan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (baca: berkecukupan), tapi juga sudah bisa untuk hal-hal lain yang bikin hidup lebih nyaman (sedekah lebih banyak dll).

Meskipun standar kebutuhan hidup tiap orang beda-beda, nominal “berkelimpahan” yang bisa dijadikan target minimal adalah omset sebesar Rp 100juta.
Kalau Anda sudah mencapai level itu, silakan tinggalkan tulisan ini.

Kita mulai.

1. FOKUS!

be like a postage stamp, stick to one thing until you get there

Ada sebuah peribahasa Rusia yang mengatakan: jika kita mengejar dua kelinci, maka kita tidak akan menangkap satu kelincipun.
Pebisnis pemula, apalagi yang muda-muda, biasanya punya “penyakit” yang sama: terlalu banyak bisnis yang ingin diurusi dan terlalu banyak kegiatan yang ingin diikuti.

Ini dulu juga terjadi pada Saya. Setelah sadar, lalu bertobat dan bertahap mulai memperbaiki diri.

Ada satu fakta menarik, bahwa 6 dari 10 orang terkaya di dunia (versi Forbes 400) fokus hanya di satu bisnis.
Saat tulisan ini dibuat, dari 6 orang tersebut, yang paling muda usia bisnisnya adalah Mark Zuckerberg yang ‘baru’ 14 tahun menjalankan Facebook.
Jadi kalau bisnis baru jalan 2-3 bulan sudah mulai merasa bisnisnya gak prospektif dan tertarik ke bisnis lain, sebaiknya instrospeksi diri.

Untuk membantu kita menemukan fokus, coba jawab pertanyaan ini:

Apa satu hal yang akan Anda kerjakan 10 tahun mendatang?

2. Menarik bagi pasar.

Saat ini semua bisnis bisa menjadi “bisnis media'”.
Semua orang dan semua bisnis, punya kesempatan yang sama untuk mengumpulkan orang dari segmen yang sama, di tempat yang sama, pada waktu yang sama.
Inilah yang dimaksud dengan bisnis media.

Sebagai awalan, kuasailah minimal satu media (bisa Blog, Facebook, Instagram, Youtube, atau yang lainnya) dimana di situ tempat berkumpulnya target market dari bisnis Anda.

Di media tersebut, yang bisa Anda lakukan adalah menyebarkan konten yang menarik pengunjung/calon pembeli/prospek (biasa disebut: leads) ke bisnis Anda.
Konten adalah segala sesuatu yang di-upload ke Internet. Formatnya bisa berupa tulisan, gambar, video, atau audio.

Untuk beberapa jenis produk, berlaku prinsip ini: “people don’t buy the product, they buy the story behind the product“.
Maka kemampuan yang harus dimiliki pebisnis selain menjual (selling), adalah bercerita (story telling). 

Cerita adalah jalan pintas “mengakses” emosi. Itulah kenapa seringkali produk-produk yang laris di pasaran, bukan yang menyentuh logika, melainkan yang menyolek emosi.

Sebagai contoh, di industri fashion hijab.
Pebisnis hijab seharusnya tidak sekedar berjualan “kain untuk menutup kepala”, tapi juga membawa cerita bagaimana kain tersebut bisa menjadikan seorang muslimah menjadi lebih baik-di hadapan Tuhan dan sesama manusia-.

3. Customer-Centric.

Customer-centric artinya fokus bisnis berada pada satu segmen pasar, meskipun produk yang dijual bisa sangat banyak.

Satu bisnis semestinya memang didesain untuk melayani satu segmen pasar yang spesifik.
Hal ini akan berpengaruh kepada “cara berbicara” (baca: copywriting) kepada leads maupun customer.

Kalau Anda menarget segmen ibu-muda-anak-satu, Anda bisa menjual: kosmetik, kebutuhan bayi, fashion ibu & anak, keperluan rumah tangga, dan lain-lain.

Kebalikan dari customer-centric adalah product-centric yang berarti fokus pada satu produk saja meskipun segmen pasarnya berbeda-beda.
Product-centric bisa Anda jalankan kalau bisnis Anda semakin besar dan bisa memiliki banyak divisi yang masing-masing divisi melayani satu segmen pasar.

Sampai disini, coba berhenti sejenak lalu jawab pertanyaan ini bersama tim bisnis Anda:

Siapa yang Anda (dan bisnis Anda) layani saat ini?

4. Aggressive Reinvestment.

Definisi singkatnya adalah investasikan keuntungan Anda secara agresif kembali pada bisnis Anda.
Kurangi dulu keuntungan untuk kebutuhan hidup pada taraf CUKUP, lalu sisanya langsung kembalikan ke bisnis.
Jangan biarkan bisnis Anda mendapat ‘sisa’ dari gaya hidup Anda.

Yang penting diperhatikan, sebelum omset Anda mencapai Rp 100 juta, jangan investasikan pada hal-hal yang tidak terlihat konsumen.

Beberapa alternatif, kemana keuntungan bisnis sebaiknya disalurkan (reinvestment):

  • belanja iklan (Facebook Ads, Google Adwords, dll)
  • website yang SEO-friendly
  • layanan landing page
  • hp android biasa untuk admin/CS (agar pelayanan lebih cepat)
  • aplikasi/tools yg akan membantu mendatangkan pembeli
  • layanan email marketing
  • banner desain untuk iklan
  • peralatan foto/video secukupnya

Sebelum menginvestasikan kembali keuntungan bisnis Anda, jawab dulu pertanyaan ini:

Standar hidup cukupnya Anda berapa?

5. Menguasai TRAFFIC.

Bisnis online (atau offline) sama seperti ‘anak’ yang perlu diberi makan  setiap hari.
Dan makanan bagi bisnis online adalah: TRAFFIC atau kunjungan.

Bukan sekedar kunjungan, tapi kunjungan yang berkualitas dan tertarget.
Sehingga lebih mudah untuk dikonversi menjadi pembeli.

Ada tiga jenis traffic pada bisnis online:

  1. Traffic we don’t control; kunjungan dari media sosial, blog, SEO yang jumlahnya tidak bisa kita kendalikan.
  2. Traffic we control; kunjungan dari Facebook Ads, Google Adwords, dan iklan berbayar lain yang jumlahnya bisa kita kendalikan sesuai kebutuhan, asal ada uangnya.
  3. Traffic we own; kunjungan dari aset yang kita miliki, bisa berupa database email atau nomor Whatsapp, yang tidak tergantung pada algoritma atau platform milik orang lain.

Prinsip dari menguasai traffic adalah: jangan menggantungkan bisnis Anda di “rumah” orang lain. Bangun ASET bisnis Anda mulai sekarang.

 

Penutup

Lima pola bisnis online berkelimpahan ini disarikan dari pola-pola yang diajarkan oleh guru-guru saya.
Untuk saat ini lima pola ini akan menjadi value yang saya terapkan di MUVAROKA.COM.

Kalau Anda melihat ada pola lain dari bisnis online berkelimpahan, Anda bisa tambahkan di kolom komentar sebagai bahan diskusi.

Pertanyaan dan konsultasi seputar bisnis online & digital marketing, bisa dikirimkan ke email bijak[at]muvaroka[dot]com atau melalui live chat Messenger di bagian kanan bawah website ini.

Semoga bermanfaat.

 

Bijak Putranto

Content Marketing Lead @ Muvaroka.

Ingin berkomentar?